Senin, 08 Oktober 2012

METODE PENILAIAN HASIL BELAJAR









Sebuah pengajaran akan efektif jika pengajar memiliki metode dan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan anak. Dengan metode dan alat tersebut dapat diketahui, sudah tercapai atau belum hasil belajar. Atau seberapa jauh anak mampu menangkap pengetahuan yang telah disampaikan kepadanya. Bahkan efektifitas metode mengajar yang digunakan guru juga dapat diketahui. Dalam kaitannya dengan evaluasi hasil belajar, ada dua metode yang dapat digunakan untuk mengetahuinya, yaitu metode tes dan non tes (observasi).
A. Tes
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh siswa sehingga menghasilkan nilai tingkah laku atau prestasi anak tersebut. Prinsip-prinsip dasar dalam penyusunan tes hasil belajar:
  1. Tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar yang telah ditetapkan dalam tujuan pengajaran.
  2. Butir-butir tes harus representative dari materi ajar.
  3. Bentuk soal harus bervariasi, sesuai dengan tujuan tes. Misalnya soal-soal obyektif  (ingatan), jangan dimasukkan ke golongan soal subyetif (essay). Keterampilan jangan disoalkan dan lain-lain.
  4. Harus didesign sesuai dengan kegunaan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
  5. Memiliki reliabilitas yang dapat diandalkan
Ciri-ciri tes yang baik adalah:
  1. Soal tes bersifat valid atau memilki daya ketepatan dalam mengukur. Tepat dalam arti: materi dan representative. Ini bisa mengacu pada tujuan pengajaran.
  2. Bersifat reliabel atau memiliki daya keajegan. Ini terlihat dari hasilnya. Hal ini bisa ditinjau dari konstruk soal.
  3. Bersifat obyektif (apa adanya), baik materi, proses, pengoreksian maupun penyekorannya.
  4. Bersifat praktis dan ekonomis. praktis yaitu: a) sederhana: tidak menggunakan peralatan yang banyak atau sulit pengadaannya. b) lengkap: dilengkapi dengan petunjuk mengerjakannya, kunci jawabannya, dan pedoman skoring serta penentuan nilainya. Ekonomis: tidak memakan waktu yang panjang dan tidak memerlukan tenaga serta biaya yang banyak.
a.      Jenis-jenis Tes
Tes memiliki banyak jenis. Jenis ini bergantung pada sudut pandang tes itu sendiri.
1)  Berdasarkan jumlah pesertanya, tes dibedakan menjadi dua: tes individual dan tes kelompok. Tes individual adalah suatu tes dimana pada saat tes dilaksanakan penguji hanya menghadapi satu orang anak. Sedangkan tes kelompok adalah tes dimana pada saat tes dilaksanakan penguji menghadapi sekelompok anak.
2)     Ditinjau dari penyusunnya, tes dibedakan menjadi tiga. a) tes buatan guru; tes yang soalnya disusun oleh guru yang akan menggunakan tes tersebut. b) tes buatan orang lain tapi dan tidak distandarisasikan. Seperti seperti tes buatan guru lain, tes dengan mengacu pada soal yang ada dalam buku rujukan dan lain-lain. c) tes standart, test yang telah mengalami uji coba dan berlakunya secara umum (seperti soal UN)
3)    Dintinjau dari bentuk jawaban yang diminta, tes dibedakan menjadi dua. A) tes tindakan (praktek). Dalam jenis tes ini jawaban yang diminta dari testee berupa tindakan. Seperti praktek shalat dan lain-lain. B) tes verbal. Yaitu jika jawaban yang dikehendaki dari testee adalah berupa bahasa, bahasa lesan maupun tulisan.
4)     Dari segi bentuk pertanyaan, tes ada dua. A) tes obyektif (short answer), yaitu jenis tes yang cara menjawabnya dengan memilih altenatif jawaban yang benar dari alternatif-alternatif jawaban telah tersedia atau dengan mengisi jawaban yang benar dengan beberapa perkataan atau simbul. B) tes essay, yaitu bentuk tes yang terdiri dari suatu petanyaan atau perintah untuk dijawab dengan uraian yang panjang.

 a)   Kebaikan tes obyektif:
(1)  Dapat dijawab dengan cepat, sehingga memungkinkan soal mencakup semua materi.
(2)  Reliabilitas skor dapat terjamin. Item-itemnya hanya mengandung satu jawaban. Sehingga dapat diskor oleh siapapun.
(3)      Cepat dalam pengoreksian, dengan kunci jawaban.
b)   Kelemahan tes obyektif:
(1) Membuka kesempatan untuk memberikan jawaban dengan menduga-duga. (antisipasinya: menyampaikan kepada anak bahwa rumus penyekorannya: jawaban yang salah akan mengurangi jawaban yang benar).
(2)   Membutuhkan biaya banyak. (antisipasi: soal dikumpulkan kembali untuk kemudian digunakan kembali).
c)   Macam-macam Tes Obyektif
(1)      1. True-false (B-S):
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun soal B-S
(a)      Jangan menggunakan statemen yang double. Rukun islam ada 5
(b)     Hindari penggunaan jawaban yang relative. Ragam tes ada 2
(c) Jangan menggunakan kalimat yang terlalu panjang yang dapat membingungkan anak.
(d) Jangan menggunakan statemen-statemen langsung dari buku (membuat anak cenderung menghafal).
(e)  Hindari penggunaan negatif rangkap (double negatif). Shalat tidak wajib bagi orang yang tidak berakal
(f)    Jumlah jawaban yang benar harus seimbang dengan jawaban yang salah.؟؟؟
(g)      Soal yang jawabannya B maupun S harus memilki corak yang sama.
(h)     Jawaban B dan S harus diacak

(2)      Multiple choice:
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun soal M-C
(a)   Soal jangan multi tafsir (ragam tes ada: ... a. 2   b. 3    c. 4     d. 5
(b)   Panjang masing-masing option hendaknya sama.
(c) Semua option mempunyai hubungan yang gramatikal dan relevan dengan stem. (istri nabi Adam …)
(d)   Option lebih pendek dari pada stem. (menurut al-Ghazali pendidikan..)
(e)   Jawaban yang benar hendaknya tersusun secara acak.
Ragam tes MC:
a.  Model melengkapi: berupa pernyataan / pertanyaan yang belum lengkap. Contoh: soal nomor 1,2
b.      Model asosiasi:
Contoh: A. Haram, B. Wajib, C. Sunat, D. Makruh, E. Mubah
Soal:
1. Shalat maktubah hukumnya...
2. Memakan bangkai hukunya...
3. Jika dikerjakan berpahala, jika ditinggalkan tidak disiksa
4. Hukum dasar makan adalah...
5. jika dikerjakan tidak apa-apa, jika ditinggalkan berpahala
c.       Melengkapi berganda:
Contoh: Pilihlah:
A.    Jika (1), (2), dan (3) benar
B.      Jika (1) dan (3) benar
C.     Jika (2), dan (4) benar
D.    Jika hanya (4) yang betul
E.     Jika betul semua
(i)  Soal: 1. Yang termasuk thaharah adalah: (1) Mandi, (2) Berwudhu, (3) menghilangkan najis, (4) membaca doa bersuci
d.      Analisis hubungan antar hal.
Contoh: Pilihlah
A.     Jika pernyataan benar, alasan benar dan ada hubungan sebab akibat.
B.   Jika pernyataan benar, alasan benar tetapi tidak ada hubungan sebab akibat.
C.      Jika pernyataan benar, dan alasan salah.
D.     Jika pernyataan salah dan alasan benar
E.      Jika pernyataan dan alasan salah
Soal:
1.      Di antara syarat wajib haji adalah Islam,
Sebab
Tidak sah hajinya orang kafir
e.       Analisis kasus
Diawali dengan uraian yang agak panjang, kemudian anak disuruh menganalisisnya. Pertanyaannya bisa berupa tema pokok bacaan tersebut / hal-hal lain yang bersifat partikular. Jika pertanyaannya berkaitan dengan tema pokok maka option A – D adalah kemungkinan judul
f.       Model hal dengan kecuali
2.      Matching:
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun soal Matching
a.   Problem yang dikemukakan dalam item hendaknya problem yang sejenis.
b. Soal (yang di sebelah kiri) hendaknya lebih panjang dari option (sebelah kanan)
c. Hendaknya item-item dan option disusun secara sistematis (berdasarkan angka terbesar [jika berupa angka] maupun urutan huruf [jika berupa huruf])
d.  Jangan terlalu banyak pasangan (20%)
e.   Jangan menulis dalam dua halaman
3.      Completion:
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun soal Matching
a.    Jangan menggunakan statemen yang diambil langsung dari buku
b.   Statemen yang dikemukakan haruslah mengandung satu jawaban (dilahirkan pada …)
c.    Titik yang disediakan harus sama panjangnya
Tes essay: suatu bentuk tes yang terdiri dari suatu pertanyaan atau suatu suruan yang menghendaki jawaban dalam bentuk uraian panjang.
d)     Kelebihan tes essay:
o   Sangat tepat untuk mengukur hasil belajar
o   Memberi kesempatan bagi siswa untuk mengemukakan jalan pikirannya
o   Mudah membuatnya
o   Dapat mencegah spekulasi oleh anak
e)      Kelemahannya:
o   Skor yang diberikan kurang reliable
o Dalam mengerjakan banyak membutuhkan waktu. Hal itu meniscayakan terbatasnya soal. Sehingga tidak representatif terhadap seluruh bahan ajar, dan hasil akhir tidak menjamin kualitas anak.
o   Dalam mengoreksi sulit sehingga membutuhkan banyak waktu
o   Memungkinkan timbulnya subyektifitas.
v  Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun tes essay:
o Menggunakan bagian isi pelajaran yang cocok untuk diujikan dengan jenis essay.
o   Soal jelas, tidak multi tafsir
o  Semua siswa harus mengerjakan soal yang sama. Karena kalau tidak, kita tidak dapat membandingkan.
Tes essay ada dua macam. 1) bebas, dan 2) terikat.
B. Observasi (Non-tes)
Observasi: suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis.
Jenis-jenis Observasi:
  1. Berdasarkan rencana kerja, observasi dibagi menjadi dua: a) observasi berstruktur. Segala kegiatan telah dirumuskan (pedoman observasi telah disediakan). b) tidak berstruktur, yaitu kegiatan observer tidak dibatasi oleh kerangka kerja (tanpa pedoman observasi).
  2. Berdasarkan kedudukan observer, dibedakan menjadi tiga. A) observasi partisipasi. Di mana observer terjun langsung bersama dengan siswa yang diobservasi. (keterlibatan observer dalam hal ini jangan diketahui oleh siswa). B) observasi non partisipasi. Di mana observer tidak terlibat langsung dengan siswa yang diobservasi. C) observasi quasi partisipasi. Di mana observer terkadang bergabung dan terkadang tidak. Sesuai dengan rencana.
  3. Berdasarkan situasi yang diobservasi, dibedakan menjadi dua. A) observasi dalam situasi bebas. Observasi yang dilakukan pada situasi normal (alami). B) observasi dalam situasi yang dimanipulasi. Observasi yang waktunya telah dirancang oleh observer.
Kelebihan Observasi:
1.    Data lebih obyektif
2.   Mencakup berbagai aspek kepribadian masing-masing individu (tidak hanya satu bidang studi)
Kekurangan observasi:
1.   Membutuhkan ketelitian yang besar sehingga tidak semua guru mampu melaksanakan observasi dengan hasil maksimal.
2.     Masuknya subyektifitas
3.    Data-data yang terkumpul masih mentah, sehingga membutuhkan cara-cara lain seperti wawancara.
f)       Perbandingan antara metode tes dengan metode observasi:
  • tes selalu terjadi pada situasi yang bersifat buatan. Sedangkan observasi terjadi pada siatuasi yang wajar
  • situasi tes ditimbulkan oleh guru. Situasi observasi ditimbulkan oleh siswa
  • tes bisa dilaksanakan sewaktu-waktu bila diinginkan (tergantung guru). Sedangkan observasi tidak bisa ditentukan guru.
o   tes bisa bersama-sama. Observasi sulit dilakukan bersama-sama.
g)   Sebaiknya kedua metode tersebut ditempuh semua jika kita ingin mengetahui kemajuan siswa dalam ketiga ranah.
h)      Metode yang paling efisien adalah tes.
 





CONTOH INSTRUMEN EVALUASI BERUPA DAFTAR ISIAN

Mata Pelajaran  : Keterampilan
Topic                 : Membuat kaligrafi dari kertas
Kelas                 : ……………………………………….
Nama Siswa      : ……………………………………….
Hari, tanggal     : ……………………………………….
Jam Pelajaran    : ……………………………………….

No
Aspek yang Dinilai
Skor
Keterangan
1
2
3
4
5

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8

Persiapan alat-alat (bahan)
Kombinasi bahan
Kombinasi warna
Cara mengerjakan
Sikap waktu mengerjakan
Ketepatan waktu mengerjakan
Kecekatan
Hasil pekerjaan







Total skor



SMI = 40

DAFTAR NILAI KOLEKTIF
Mata Pelajaran  : Keterampilan
Topic                 : Membuat kaligrafi dari kertas
Kelas                 : …………………………………
Semester            : …………………………………

No
Nama Siswa
Skor/Nilai untuk Setiap Kegiatan
Jumlah
Rata-rata
1
2
3
4
5
6
7
8
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.














 INSTRUMEN OBSERVASI BERUPA RATING SCALE DALAM RANGKA MENILAI SIKAP PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI PENGAJARAN PAI DI SEKOLAH
Nama Siswa     : ………………………………..
Kelas                 : ………………………………..
No
Kegiatan yang dinilai
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak Pernah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Datang tepat waktu
Rapi dalam berpakaian
Rapi dalam menulis&mengerjakan tugas
Menjaga kebersihan badan
Hormat pada guru
Rukun dengan teman-teman sekelas
Suka mengganggu di dalam kelas
Suka berbuat onar di dalam kelas
Mengerjakan PR tepat waktu
Aktif dalam kegiatan keagamaan yang dijadwalkan oleh guru

…x…
…x…
…x…
…x…
…x…
…x…
……..
……..
…x…

……..

……...
……...
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..

…x….

………..
………..
………..
………..
………..
………..
………..
…..x…..
………..

………..

……….
……….
……….
……….
……….
………..
.…x…..
………..
………..

………..

Jumlah Skor
……..
……...
………..
………..

Pati, ……………
Penilai

…………………
Keterangan :
Bobot masing jawaban, untuk hal-hal yang positif :
Selalu                     : 4
sering                     : 3
kadang-kadang     : 2
tidak pernah           : 1
untuk hal negatif :
Selalu                     : 1
sering                     : 2
kadang-kadang     : 3
tidak pernah           : 4

1 komentar:

  1. Kurang lebih nya 7 bulan gabung di ACY, ane dimana tidak adanya kendala permasalahan jalankan trading forexnya, dengan dimana cepat masalah eksekusi, layanan yang ramah, terpercaya dana trading, bonus yang ada juga menarik, dan semoga deh untuk ACY dapat di kembangkan dan di pertahankan agar ane dimana dapat lebih lama lagi untuk trading aman, nyaman bersama ACY ini

    BalasHapus